Bila Temanmu adalah Dedaunan
Oktober terakhir aku mulai mengarang lagi di sini. Keindahan Korea yang bagaikan bidadari bermahkotakan warna, menyihir mataku. Seharusnya, bait-bait indah dapat ditulis, namun kelemahan fikiranku memilih kata yang tepat, tidak mencerminkan nian indah kuasa Sang Pencipta.
Melihat pohonan indah, ayat 24-25 dari Surah Ibrahim dapat mengingatkan aku betapa Allah SWT juga menggambarkan bahawa kebaikan dan amal soleh hamba-hambaNya dapat diibaratkan sebagai pohon yang sempurna.
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ
“Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Allah mengemukakan satu perumpamaan, iaitu kalimah yang baik seperti sebatang pohon yang baik, yang pangkalnya (akarnya) tetap teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.”
Pohon dan segala keindahannya mempunyai tarikh luput, di kala angin menghembus daun-daun, yang matang warnanya akan jatuh ke tanah. Begitu disapa saban minggu, akan rontoklah dahan dan batang-batang. Selepas pergantian musim, akan mulai tumbuh benih yang baru. Sedangkan kebaikan manusia dicatat sebagai amal soleh di sisiNya, tidak sesekali luput oleh waktu. Di akhirat akan dibalas dengan sebaik-baik ganjaran. Allah SWT memujuk hambaNya untuk kekal melakukan amal soleh dengan menjelmakan pohon-pohon indah, bagaikan berkata; amal solehmu lebih mulia dan istimewa.
Pohonan juga adalah harapan. Yang pasaknya cuma pada akar yang kukuh. Pohon rimbun tempat para makhluk menumpang teduh. Disapa terik mentari atau goyah ribut, pohon tetap kekal di situ sebagai sang setia. Aku mengingatkan diri, anak-anak mangsa perang di Palestin bagaikan pohon-pohon yang tidak tergugah oleh gempita ujian. Walaupun mereka kehilangan segala-galanya, mereka masih ada akar harapan yang kuat. Keimanan menjadi pohon dalam diri mereka. Masih tersenyum saat berlarian di khemah teduhan, masih bergurau senda walaupun tanpa alas kaki mahupun pakaian sempurna. Keimanan mereka menjulang di dahan-dahan yang tak terhitung indah. Mereka adalah manusia yang menjadi pohon pengajaran kepada kita.
Kelmarin, tanggal 30 Oktober 2026, aku gagahi diri menziarahi tapak pohonan milik Hankuk University of Foreign Studies cawangan Yongin. Kata sahabat pensyarahku, di sana sedang pesta warna. Bas universiti yang berulang-alik 3 kali sehari tinggal dimanfaatkan; tanpa bayaran apapun antara HUFS SEOUL ke HUFS YONGIN. Perjalanan 1 jam 30 minit membuatku sempat lena. Tatkala mataku mula jatuh ke pohoh-pohon, aku menjadi seseorang yang tumbuh jiwa baru.

tempat mataku jatuh

warnamu tak perlu alat solekan apapun

semua berasa diteduhkan

Wajah Kampus HUFS Yongin saat ini
![]()