Puisi

Palestin, Maafkan Kami

Ketika segalanya menjadi kiamat bagi kalian,

dunia melihatnya sebagai drama yang masih berepisod panjang.

Saat semuanya hancur, keimanan menjadi satu-satunya harta

dan kematian menjadi kekayaan abadi.

kalian sahabat Palestina

memiliki syurga, dan kami masih meniti jalan sebaliknya.

Loading

Kenapa kau berubah?

Kita tidak memakai kasut yang sama.

Kita tidak makan beras yang sama.

Kita tidak mencium udara yang sama.

Kita tidak melihat wajah yang sama.

Kita tidak diuji hal yang sama.

Kita tidak dibebani berat yang sama.

Itulah jawapan mengapa, kau dan aku telah berubah sekarang.

Setelah alam kanak-kanak telah lama menjadi memori

Setelah padang tempat bermain telah berganti bangunan tinggi.

Yang kekal padaku, senyum manismu.

Yang menjauh hanyalah jasad, hanyalah waktu.

Loading