Tag: Cinta

Cinta

Kembali ke saat aku merayu-rayu dan Tuhanku memberikan jalur yang lain dari doaku. Dari hari ke hari kurasakan akan jatuh kerana tidak muncul apa yang kudoakan. Sejauh hari yang berlalu, disaat fikiranku beronar-onar dengan salah tafsir pada maksud Tuhanku, terbit pelangi. Bukankah ketenangan, bukankah kekuatan jiwa, bukankah pasangan soleh dan restu ayahbonda, bukankah semuanya itu […]

Ramadan Penuh Cinta

Manusia adalah makhluk bernostalgia. Sungguh hebat ciptaan Allah SWT menjadikan manusia punya pancainderanya yang enam; penglihatan, pendengaran, rasaan, sentuhan, bauan dan mata hati. Bahkan dibaluti pula dengan emosi pada setiap gerak pancainderanya. Saat mendengar azan, yang terpancar di fikiran tiba-tiba adalah kubah-kubah masjid di penempatan Jaddat Salamiyeh, Damsyik. Pagi Hari Raya Aidiladha tahun 2006, saya […]

Selamat Hari Lahir ke 60 Mak!

Oleh: Ummi Hani Abu Hassan Untuk menulis tentang mak, saya tercari-cari perkataan yang sesuai. Sulit menemukan satu kata yang boleh menjelaskan kasih-sayang, pengorbanan, cinta dan anugerah seorang ibu. Satu-satunya manusia yang paling banyak dicintai manusia lain adalah seorang ibu. Dalam Islam, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya mendahulukan ibu daripada ayah melalui sabda baginda SAW yang bermaksud: […]

Putik Qunaitara

Oleh :Ummu Hani Abu Hassan “Anakku, aku ibumu ingin berpesan. Jika berjalan, peganglah tanganku erat-erat.” Ibu menghembus dahiku, anak rambut berwarna perang terkibas ke atas. Topi berjambul biru masih lekap mendinding dingin kepala. Ibu menarikku dekat ke sisinya. Jemari kami berangkulan ketika melintas jalan menuju ke Jisr Rais. “Wajah Dimasyq cepat malap di musim dingin. Aduh! […]

Suami Isteri, Jiran Paling Dekat Maka..

Beberapa hari lalu, saya berasa dekat dengan maksud Surah Al-Asr : ‘Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian kecuali orang-orang beriman dan beramal soleh, dan mereka berpesan-pesan dengan  kebaikan, dan berpesan-pesan dengan kesabaran. Tegur-menegur antara kami suami-isteri setiap hari berlaku. Selalunya dalam keadaan tenang, dan selalu juga dalam keadaan emosi yang kemudian disusuli dengan maaf-bermaafan. […]